MOJOKERTO — Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto kembali mengukuhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam berwawasan global. Melalui pergelaran Global Education Summit NURIS – Australia Global Connection bertajuk “Connecting Santri, Connecting Nations” pada Rabu (4/11/2026), NURIS resmi membuka pintu kerja sama pendidikan internasional dengan Pemerintah Australia.

Kegiatan strategis yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya, Mr. Glen Askew, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Raya, Ibu Pinki Hidayati, M.Psi., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Bapak Muttakin, M.Ag. Turut hadir pula jajaran kepala sekolah, guru, dan seluruh civitas akademika Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam.

Santri Harus Berani Menembus Cakrawala Dunia

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, DR. KH. A. Siddiq, SE., MM., menegaskan bahwa tembok pesantren bukanlah batas bagi para santri untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. Meskipun berada di wilayah yang relatif jauh dari pusat perkotaan, NURIS telah menjadi rumah belajar bagi santri dari berbagai penjuru Indonesia,dari Sabang hingga Merauke.

"Para santri merupakan generasi penerus bangsa yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan. Karena itu, mereka harus dibekali pendidikan yang komprehensif, kredibel, serta memiliki wawasan internasional," tutur beliau.

Beliau juga mengutip Al-Qur'an Surah Ar-Rahman ayat 33 sebagai pengingat fundamental bahwa penguasaan ilmu pengetahuan menjadi kunci utama bagi manusia untuk menembus batas-batas cakrawala dunia.

Melalui summit ini, beliau berharap hubungan pendidikan dengan Australia dapat berkembang menjadi kerja sama nyata, mulai dari visit study, pertukaran pelajar (student exchange), hingga kesempatan beasiswa melanjutkan pendidikan tinggi di Negeri Kanguru. Sebelum menjajaki kerja sama ini, NURIS sendiri telah sukses membangun jejaring pendidikan di Singapura dan Malaysia, serta mengantarkan alumni peserta didiknya melanjutkan studi ke Beijing, Tiongkok.

Apresiasi Pemerintah: Saatnya Santri Menyapa Dunia

Dukungan penuh datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Raya, Ibu Pinki Hidayati, M.Psi. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi NURIS dalam menghadirkan kegiatan inovatif yang membuka wawasan global bagi peserta didik.

"Jangan pernah ragu melangkah lebih jauh. Santri tidak hanya harus berani menunjukkan kemampuan di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk menyapa dunia internasional, termasuk Australia," pesan Ibu Pinki kepada para santri.

Mempererat Persahabatan Indonesia–Australia Melalui Pendidikan

Sementara itu, Konjen Australia di Surabaya, Mr. Glen Askew, menyampaikan rasa terima kasih dan kekagumannya atas sambutan hangat dari keluarga besar NURIS. Ia menjelaskan bahwa hadirnya program Australia Goes to School dirancang sebagai ruang edukasi interaktif bagi para santri untuk mengenal Australia lebih dekat.

Mr. Glen Askew menyoroti pentingnya merawat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia sebagai dua negara tetangga. Menurutnya, pemahaman lintas budaya dan pertukaran wawasan pendidikan sejak dini adalah kunci utama mempererat persahabatan kedua bangsa.

Penutupan dan Penyerahan Cinderamata

Sebagai simbol penguat tali silaturahmi dan sinergi antarbangsa, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cinderamata antara pihak Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam dan Konjen Australia di Surabaya, Mr. Glen Askew.

Seluruh rangkaian acara Global Education Summit NURIS–Australia kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh DR. KH. A. Siddiq, SE., MM., bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Bapak Muttakin, M.Ag., membawa harapan besar bagi kemajuan pendidikan santri NURIS di masa depan.