Mojokerto – Pondok Pesantren Nurul Islam 2 menggelar MUJTAMA' (Majelis Ukhuwatul Jami'iyah wa Ta'aruf Ma'had) pada Senin (20/7/2026) di halaman utama Nurul Islam 2. Kegiatan ini mengangkat tema "Berta'aruf dalam Ukhuwah, Bercahaya dengan Ilmu, Memancarkan Keteladanan Akhlak demi Kejayaan Peradaban Mulia."
Bertindak sebagai pembina apel, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada seluruh santri mengenai arah pendidikan di lingkungan pesantren.

Beliau menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam dibangun dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan pendidikan salafiyah (madrasah diniyah). Keduanya tidak diposisikan sebagai pilihan, melainkan sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam membentuk karakter dan keilmuan santri.
"Anak-anakku, ketahuilah bahwa Pondok Pesantren Nurul Islam mengembangkan pendidikan formal dan madrasah diniyah salafiyah secara terpadu," tuturnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kedua sistem pendidikan tersebut harus berjalan beriringan. Tidak boleh ada salah satu yang lebih menonjol, sementara yang lain tertinggal. Keseimbangan menjadi kunci dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam penguasaan ilmu agama.
"Harus terselenggara secara maksimal. Tidak boleh salah satu menonjol. Kedua kutub pendidikan ini, formal dan salafiyah, harus sama-sama maju," tegasnya.
Melalui MUJTAMA' ini, Pondok Pesantren Nurul Islam berharap semangat ukhuwah, keteladanan akhlak, serta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan ilmu keagamaan terus mengakar dalam diri setiap santri sebagai bekal membangun peradaban yang bermartabat. (den)