SMK UBP Nurul Islam kembali meneguhkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten, kreatif, berjiwa entrepreneur, berakhlakul karimah, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui Pembukaan Program Praktik Sistem Ganda (PSG) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa sebelum terjun langsung ke lingkungan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). Melalui program PSG, siswa diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran di sekolah ke dalam situasi kerja yang nyata.

Dalam pelaksanaannya, SMK UBP Nurul Islam bekerja sama dengan instruktur PSG yang kompeten dan profesional dari DU/DI. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif sekaligus memperkenalkan siswa terhadap standar, budaya, dan tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya.

Kehadiran instruktur dari kalangan profesional menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan PSG. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis sesuai bidang yang ditekuni, tetapi juga memperoleh pembelajaran mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, etos kerja, ketelitian, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Dalam kegiatan pembukaan tersebut, Pendiri dan Pengasuh YPP. Nurul Islam, DR. KH. A. Siddiq, SE., MM., memberikan sambutan dan motivasi kepada para siswa yang akan mengikuti program PSG. Beliau menekankan pentingnya siswa SMK memiliki wawasan dan penguasaan keilmuan yang luas. Menurutnya, tantangan kehidupan dan dunia kerja di masa depan semakin kompleks sehingga siswa tidak boleh hanya menguasai satu kemampuan saja.

Siswa harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Pengetahuan yang luas akan menjadi modal penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan perubahan, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital yang berlangsung begitu cepat.

Selain menguasai ilmu, siswa juga dituntut untuk memiliki kreativitas dan kemampuan berinovasi. Kreativitas diperlukan agar siswa mampu melihat peluang, menghasilkan gagasan baru, menciptakan karya, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.

Tidak kalah penting, beliau juga mendorong siswa SMK untuk memiliki jiwa entrepreneur. Pendidikan kejuruan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan usaha secara mandiri.

“Siswa SMK harus menguasai berbagai bidang keilmuan, kreatif, dan memiliki jiwa entrepreneur. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain.”

Dalam sambutannya, DR. KH. A. Siddiq, SE., MM., juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak. Hal tersebut tercermin dalam semangat yang menjadi bagian penting dari pendidikan di lingkungan Nurul Islam, yakni “Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiah dan Berakhlakul Karimah.”

Nilai tersebut sangat penting untuk diterapkan ketika siswa berada di lingkungan DU/DI. Para siswa diharapkan mampu menunjukkan perilaku profesional sekaligus mencerminkan karakter pelajar yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pada dasarnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. SMK UBP Nurul Islam menyadari bahwa siswa yang dipersiapkan hari ini akan menghadapi dunia yang berbeda pada masa mendatang. Oleh karena itu, penguasaan kompetensi kejuruan perlu diimbangi dengan kemampuan memahami teknologi, berpikir kreatif, berkomunikasi, berkolaborasi, dan belajar secara berkelanjutan.

Era digital juga menghadirkan banyak peluang. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, mengembangkan kreativitas, membangun usaha, menghasilkan karya, serta memperluas jaringan. Karena itu, siswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi secara positif dan produktif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen SMK UBP Nurul Islam untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu menjadi generasi yang tidak gagap terhadap perubahan, tetapi justru mampu mengambil peran dalam perkembangan zaman.

Pembukaan PSG Tahun Ajaran 2026/2027 pada akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari proses pembelajaran yang lebih luas bagi para siswa. Mereka akan mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam menentukan masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun membangun usaha secara mandiri. SMK UBP Nurul Islam berupaya memadukan kompetensi kejuruan, penguasaan ilmu, kreativitas, jiwa entrepreneur, teknologi digital, dan pendidikan karakter Islami dalam proses pembentukan peserta didik.

Dengan dukungan sekolah dan instruktur PSG yang kompeten serta profesional dari DU/DI, siswa diharapkan mampu memanfaatkan seluruh kesempatan yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman.

Melalui pelaksanaan PSG Tahun Ajaran 2026/2027, SMK UBP Nurul Islam kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Sekolah bertekad mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya, siap berwirausaha, siap beradaptasi dengan teknologi, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dunia kerja, kreativitas, entrepreneurship, dan akhlakul karimah.

SMK UBP Nurul Islam siap mencetak generasi Islami yang kompeten, kreatif, berjiwa entrepreneur, berakhlakul karimah, melek teknologi, dan mampu menjawab tantangan zaman di era digital. Dengan semangat “Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiah, dan Berakhlakul Karimah,” seluruh peserta PSG Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan mampu menjadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan masa depan. (am)