MOJOKERTO – Lapangan Pondok Pesantren Nurul Islam 2 Mojokerto meriah oleh riuk ribuan santri pada Kamis (22/10). Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam berlangsung megah dan spektakuler, mengusung tema besar "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri".

Tak sekadar seremoni rutin, peringatan HSN tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Kapolres Mojokerto AKBP Dr Raden Erik Bangun Prakasa SH SIK MM turun langsung memimpin jalannya upacara sebagai Inspektur Upacara. Barisan peserta diisi ribuan santri PP Nurul Islam, jajaran pengurus yayasan, dewan guru, dosen, ustadz, ustadzah, hingga staf dan pegawai.

Di lapangan utama, IPDA Joni Purnomo SH sigap mengomandoi barisan selaku Komandan Upacara. Sementara AKP Sutakat SH MM bertindak sebagai Perwira Upacara.

Rangkaian acara diawali sejak pukul 06.00 WIB. Pendiri sekaligus Pengasuh PP Nurul Islam Dr KH Ahmad Siddiq SE MM memasuki tempat upacara berdampingan dengan Kapolres Mojokerto, diiringi gejolak Sholawat Al-Banjari. Usai pembukaan protokol dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh tim paski santri berlangsung khidmat tanpa celah.

Nuansa kebangsaan makin mengental saat pembacaan teks UUD 1945, Pancasila, serta pembacaan Ikrar Santri oleh H Muhammad Ikhsan S.Kom., S.Pd., M.M. Suasana kian membakar semangat ketika Abah Yai Ahmad Siddiq membacakan petikan Resolusi Jihad di hadapan seluruh peserta.

Dalam amanatnya, AKBP Erik Bangun Prakasa menggarisbawahi peran strategis santri dalam rekam jejak sejarah bangsa. Menurutnya, kontribusi dan kiprah nyata santri telah dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Beliau mendorong para santri hari ini untuk konsisten meneladani garis perjuangan para ulama sekaligus bersiap memegang kendali estafet kepemimpinan nasional.

Secara khusus, perwira dengan dua melati di pundak itu melayangkan apresiasi tinggi atas tata kelola penyelenggaraan HSN 2026 di PP Nurul Islam yang dinilainya spektakuler.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pondok Pesantren Nurul Islam yang sudah menyelenggarakan upacara Hari Santri Nasional tahun 2026 dengan begitu spektakuler dan megah," tegas Kapolres di hadapan peserta upacara.

Ia juga melayangkan pujian atas kedisiplinan dan kesiapan seluruh petugas upacara yang tampil solid. Sebelum memungkas amanat, Kapolres membakar semangat lapangan dengan mengajak seluruh santri menggemakan jargon SALAM POLISI: "Polisi bersama masyarakat!".

Usai pembacaan doa, panggung HSN dilanjutkan dengan berbagai gelaran unjuk bakat santri. Mulai dari lantunan Mars dan Hymne Nuris, teater drama kolosal, unjuk kebolehan drumband, hingga lantunan nadhoman.