Mojokerto – Pondok Pesantren Nurul Islam kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya prestasi melalui penyelenggaraan Takrimul Mutafawwiqin XI. Bertempat di Gedung Serba Guna PP Nurul Islam 2, Jumat (10/7/2026), kegiatan sesi pertama diikuti 909 santri.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin tingginya antusiasme peserta didik dalam mengukir prestasi.
Takrimul Mutafawwiqin merupakan agenda tahunan yang menjadi wujud penghargaan kepada santri berprestasi sekaligus momentum memperkuat semangat belajar, berkompetisi secara sehat, dan membangun karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ketua pelaksana, Ghulam Muhammad Ridho, S.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan jumlah peserta menjadi indikator tumbuhnya budaya berprestasi di lingkungan Nurul Islam.
"Pada sesi pertama hari ini terdapat 909 siswa dan siswi yang mengikuti Takrimul Mutafawwiqin. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan pelaksanaan tahun lalu," ujarnya.
Peserta sesi pertama terdiri atas 389 santri dari MTs 1 dan MDTA 1 Nurul Islam 1, 415 santri dari SMP UBQ dan MDTA 1 Nurul Islam 2, serta 105 santri dari SMP 2 Trans Sains dan MDTA 3 Nurul Islam 2.
Dalam mauidhotul hasanah, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Takrimul Mutafawwiqin merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar YPP Nurul Islam sekaligus bentuk rasa syukur atas lahirnya generasi-generasi berprestasi.
"Takrimul Mutafawwiqin yang diselenggarakan ini tentu menjadi kebanggaan kita semuanya," dawuh Abah Yai.
Lebih lanjut, Abah Yai mengajak para santri memahami makna 'kekuatan' sebagaimana termaktub dalam Surah Ar-Rahman ayat 33. Menurut beliau, 'kekuatan' memiliki dua makna yang harus dimiliki oleh setiap generasi muslim.
Makna pertama adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, generasi muda dituntut memiliki kompetensi dan wawasan yang luas agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Sementara itu, makna kedua adalah kekuatan akhlaqul karimah. Menurut Abah Yai, ilmu yang tinggi tidak akan bernilai tanpa akhlak yang mulia. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, adab, dan integritas sehingga melahirkan pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
Momentum Takrimul Mutafawwiqin XI juga diwarnai capaian membanggakan di bidang tahfiz Al-Qur'an. Sebanyak empat santri SMP UBQ Nurul Islam dinyatakan tuntas menghafal 30 juz Al-Qur'an. Keempat santri tersebut ialah Muhammad Akbar Bahrul Ilmi (Kelas IX TA 1), Muhammad Hafidz Fitra (Kelas IX TA 1), Aura Elyanti Saraswati Suherli (Kelas IX TA 3), dan Shakilla Hafiza Bilqis (Kelas IX TA 2).
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di Pondok Pesantren Nurul Islam tidak hanya melahirkan santri yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tumbuh melalui sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga.
Takrimul Mutafawwiqin XI akan berlangsung selama dua hari. Setelah sesi pertama digelar pada Jumat (10/7/2026), kegiatan akan berlanjut pada Sabtu (11/7/2026) dengan melibatkan peserta dari unit pendidikan lainnya. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Nurul Islam terus meneguhkan ikhtiar dalam mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlakul karimah, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. (den)