Mojokerto – Pondok Pesantren Nurul Islam kembali menggelar Takrimul Mutafawwiqin XI sesi kedua di Gedung Serba Guna (GSG) PP Nurul Islam 2, Sabtu (11/7/2026). Sebanyak 986 santri menerima apresiasi atas prestasi akademik, keagamaan, dan berbagai capaian lainnya sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat belajar serta budaya berprestasi yang terus berkembang di lingkungan pesantren.
Berdasarkan rekapitulasi panitia, peserta Takrimul Mutafawwiqin sesi kedua terdiri atas 396 santri MTs 2, 270 santri MA 1, 34 santri MA 2, 166 santri SMK, dan 62 santri SMA GS. Selain itu, terdapat 35 peserta tasmi' putra dan 23 peserta tasmi' putri, sehingga total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 986 santri.
Momentum tersebut juga diwarnai capaian membanggakan di bidang tahfiz Al-Qur'an. Sebanyak 30 santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an, terdiri atas 16 santriwan dan 14 santriwati. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan Pondok Pesantren Nurul Islam dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dekat dengan Al-Qur'an.
Dalam mauidhotul hasanah, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., mengajak para santri memahami hakikat ilmu melalui tadabbur Surah Al-Baqarah dan Surah Luqman.

Abah Yai menjelaskan bahwa penciptaan Nabi Adam menunjukkan kemuliaan ilmu yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia. Namun demikian, ilmu semata tidak cukup apabila tidak diiringi dengan ketaatan dan akhlakul karimah. Ilmu harus mampu mengantarkan seseorang untuk senantiasa berbuat kebaikan serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
"Keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi dari sejauh mana ilmu itu membentuk akhlak, memperkuat ibadah, dan menggerakkan seseorang untuk berbuat kebaikan," dawuh Abah Yai.
Lebih lanjut, Abah Yai menegaskan bahwa indikator ilmu yang bermanfaat tercermin dalam kualitas ibadah dan karakter seorang muslim, di antaranya menjaga shalat, menunaikan zakat, serta meyakini kehidupan akhirat sebagai tujuan akhir. Dengan demikian, ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Takrimul Mutafawwiqin XI menjadi wujud komitmen Pondok Pesantren Nurul Islam dalam membangun ekosistem pendidikan yang menghargai prestasi sekaligus memperkuat pembentukan karakter Islami. Melalui kegiatan ini, pesantren terus berikhtiar mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berprestasi, berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur'an, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (gmr/den)