MOJOKERTO — MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. Melalui program English Training of Trainer (ToT) "From Zero to Hero", madrasah resmi meluncurkan pelatihan intensif bahasa Inggris bagi para siswa-siswi kelas XI.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu Rois Rahmawan, M.Pd., yang juga merupakan Dosen Institut Nurul Islam Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Program ini dijadwalkan berlangsung setiap hari Jumat selama satu bulan penuh, mulai tanggal 2 hingga 30 Oktober 2026.

Mencetak Kader Tutor Handal Berbasis Prinsip Kaffah

Pelatihan ToT ini merupakan program lanjutan dari pembinaan bahasa Inggris yang telah diperoleh siswa sejak duduk di kelas X. Namun, ada yang berbeda dari pelatihan kali ini. Bukan sekadar belajar untuk diri sendiri, para siswa dipersiapkan menjadi agen perubahan (kaderisasi) yang mampu menularkan ilmu dan membawa dampak positif di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Rois Rahmawan, M.Pd. menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah mindset siswa bahwa bahasa Inggris adalah keterampilan wajib.

"Kegiatan Training of Trainer membuka mindset siswa bahwa bahasa Inggris adalah suatu keterampilan yang wajib dimiliki, sebagai sarana dalam peningkatan kualitas ekonomi, sosial, budaya bagi siswa setelah lulus dari MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam Mojokerto," ungkapnya.

Melalui target 1 orang tutor minimal mengajar 2 siswa, lulusan program T.O.T ini nantinya diandalkan untuk membimbing rekan-rekan sebaya yang masih pemula, merangkak dari tingkat "nol" hingga mahir (From Zero to Hero).

Fokus Praktik Efektif dan Penguatan Mental Internasional

Berbeda dengan metode konvensional, pelatihan ini berfokus pada praktik berbahasa Inggris menggunakan metode yang efektif dan efisien agar siswa mampu menguasai bahasa dalam waktu singkat. Kurikulum ToT ini dirancang secara komprehensif yang meliputi teknik pengajaran efektif untuk melatih mental dan cara membimbing orang lain secara aplikatif, pengenalan media modern agar siswa dapat terus berlatih secara mandiri dan konsisten, serta pengajaran strategi dan taktik cepat guna menguasai bahasa Inggris dengan mudah dan menyenangkan. Selain itu, program ini juga berfokus pada penguatan kepercayaan diri untuk memupuk keyakinan bahwa bahasa Inggris sangat mudah untuk dipelajari maupun diajarkan kepada orang lain.

Wujud Nyata Belajar Secara Kaffah

Pelaksanaan program ini dilandasi oleh semangat yang kuat untuk menerapkan prinsip belajar secara kaffah, yakni mencari ilmu sekaligus mengamalkannya. Selain mengasah kemampuan speaking, listening, reading, dan writing, kegiatan ini juga bertujuan melatih soft skill serta mental siswa agar siap menghadapi tantangan di lingkup internasional.

Dengan terselenggaranya program English Training of Trainer ini, pihak madrasah berharap para siswa kelas XI MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam Mojokerto tidak hanya kompeten secara individu, tetapi mampu menjadi pelopor literasi bahasa Inggris yang inspiratif, percaya diri, dan siap membawa perubahan nyata bagi sesama. (rrs)

(Redaksi/MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam Mojokerto)