Mojokerto — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan IPNU-IPPNU Goes to School-Campus dan Symposium Kader Nahdlatul Ulama di Guest House Nuris 2, Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–13.00 WIB tersebut dihadiri civitas akademika Institut Nurul Islam, Rektor, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA), Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Komite Pesantren, serta perwakilan organisasi siswa dari seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto, yakni MTs 1 Nurul Islam, MTs 2 Nurul Islam, SMP 1 UBQ Nurul Islam, SMP 2 Trans Sains Nurul Islam, MA 1 Nurul Islam, MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam, SMK UBP Nurul Islam, dan SMA Global School Nurul Islam.

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda strategis PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat sinergi organisasi dengan lingkungan pesantren sekaligus memperluas jaringan kaderisasi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Pondok Pesantren Nurul Islam dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki potensi besar dalam mencetak kader-kader Nahdlatul Ulama yang unggul dan berdaya saing.

Selain memperkenalkan IPNU-IPPNU kepada para pelajar dan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum penjaringan kader terbaik untuk membentuk Pimpinan Komisariat pada setiap unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap program kaderisasi yang diinisiasi oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, keberadaan Pimpinan Komisariat di lingkungan pesantren akan menjadi wadah strategis dalam menyiapkan generasi muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

"Kami memberikan ruang dan kesempatan kepada IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto untuk melakukan kaderisasi di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam. Semoga melalui pembentukan Pimpinan Komisariat di setiap unit pendidikan, lahir kader-kader NU yang berilmu, berakhlak, dan mampu melanjutkan perjuangan organisasi di masa depan," ujar beliau.

Abah Yai menambahkan, sinergi antara pesantren dan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama merupakan investasi penting dalam memperkuat estafet kepemimpinan serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perkembangan zaman.

Melalui IPNU-IPPNU Goes to School-Campus dan Symposium Kader Nahdlatul Ulama ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan, penggerak kemajuan, serta penerus perjuangan Nahdlatul Ulama di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. (ys/den)