Mojokerto – MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam menggelar Uji Publik Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (17/7/2026) sebagai bentuk kesiapan menyongsong tahun ajaran baru sekaligus memperkuat implementasi visi dan misi madrasah. Kegiatan yang berlangsung di meeting room lantai 2 gedung nuris tower tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., Pengawas Pembina H. Mochamad Zaenuri, S.Pd., M.Pd., jajaran fungsionaris, serta dewan guru MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH. Ahmad Siddiq. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam harus mampu menghadirkan kualitas pendidikan bertaraf internasional, tidak hanya tercermin dari nama lembaga, tetapi juga melalui program-program yang dijalankan.

"MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam harus benar-benar menjadi madrasah yang tidak hanya menyandang predikat internasional, tetapi juga memiliki program yang mampu menembus lintas benua. Dengan demikian, madrasah ini dapat membawa nama besar Pondok Pesantren Nurul Islam ke kancah internasional," dawuh beliau.

Pada kesempatan tersebut, Pengawas Pembina H. Mochamad Zaenuri, S.Pd., M.Pd. memberikan apresiasi atas perkembangan MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam. Menurutnya, meskipun tergolong sebagai madrasah baru, lembaga ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

Ia menyampaikan bahwa peningkatan jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran ini yang mencapai hampir 200 persen menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat. Bahkan, menurutnya, MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam telah layak dijadikan role model bagi sekolah lain dan diproyeksikan siap meraih Akreditasi A pada tahun mendatang.

Sesi inti kegiatan diisi dengan pemaparan Kurikulum Madrasah oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Rois Rahmawan, M.Pd. Ia menjelaskan arah pengembangan MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam sebagai "The Techno Craft Islamic International High School", yakni madrasah yang memadukan nilai-nilai Islam dengan inovasi teknologi dan pembelajaran berbasis penyelesaian masalah (problem solver).

Konsep tersebut diwujudkan melalui penguatan bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Applied Mathematics) yang berorientasi pada penciptaan karya dan produk inovatif. Selain itu, bahasa Inggris dan bahasa Arab akan menjadi bahasa pengantar dalam proses pembelajaran guna mempersiapkan peserta didik memiliki kompetensi global.

"Karya-karya inovatif yang dihasilkan peserta didik diharapkan menjadi bekal untuk berkompetisi dan berkiprah pada berbagai ajang internasional, sehingga lahir generasi cendekiawan muslim yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global," jelasnya.

Melalui uji publik ini, MA 2 Ad Dauliyyah Nurul Islam tidak hanya memastikan kurikulum yang disusun relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang unggul dalam keilmuan, berkarakter Islami, serta siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Amir Sholehuddin, M.E. (rr/den)